Obat Penenang Diazepam, Indikasi dan Efek Sampingnya

Obat Penenang Diazepam, Indikasi dan Efek Sampingnya

Diazepam, pertama dipasarkan sebagai Valium, adalah pengobatan dari keluarga benzodiazepin yang dapat memunculkan efek tenang. Obat ini biasanya digunakan untuk pengobatan kecemasan, sindrom putus alkohol, sindrom putus benzodiazepin, spasmofili, epilepsi, sulit tidur, dan sindrom kaki resah. Obat ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan memori selagi prosedur pengobatan tertentu. Dapat dikonsumsi dengan diminum, dimasukkan ke rektum, disuntikkan ke otot atau ke vena. Ketika diberikan ke vena, efek akan mulai terasa dalam lima menit sampai satu jam. Melalui mulut, efeknya terasa mulai 40 menit.

OBAT BERMEREK

  • Diazepam, Valium, diazepin, Cetalgin, Danalgin, Metaneuron, proneuron, Valisanbe, Valdimex, Neuropyron, Neurindo, Meparyp, dan Stesolid

KOMPOSISI

  • Tiap tablet mengandung : Diazepam 2 mg

CARA KERJA OBAT

  • Diazepam merupakan turunan bezodiazepin. Kerja utama diazepam yaitu potensiasi inhibisi neuron dengan asam gamma-aminobutirat (GABA) sebagai mediator pada sistim syaraf pusat. Dimetabolisme menjadi metabolit aktif yaitu N-desmetildiazepam dan oxazepam. Kadar puncak dalam darah tercapai setelah 1 – 2 jam pemberian oral. Waktu paruh bervariasi antara 20 – 50 jam sedang waktu paruh desmetildiazepam bervariasi hingga 100 jam, tergantung usia dan fungsi hati.

  • Untuk pengobatan jangka pendek pada ansietas atau insomnia (sulit tidur), kejang demam, kecemasan, dan kepanikan.
  • Sebagai tambahan untuk menghilangkan kejang otot rangka karena spasme refleks patologi lokal.
  • Digunakan juga sebagai obat premedikasi untuk menginduksi sedasi, anxiolysis, atau amnesia sebelum prosedur medis tertentu (misalnya, endoskopi).
  • Sebagai tambahan untuk menangani gejala putus alkohol akut, obat ini berguna dalam mengurangi gejala-gejala agitasi akut, tremor, dan halusinasi.
  • Obat pilihan untuk mengobati ketergantungan benzodiazepine.

Kontraindikasi

  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada diazepam atau obat golongan benzodiazepine lainnya.
  • Hindari penggunaan obat ini pada pasien myasthenia gravis, insufisiensi pernapasan berat, insufisiensi hati berat, insufisiensi ginjal berat, insufisiensi pulmoner akut, kondisi fobia dan obsesi, psikosis kronik, serangan asma akut, dan sleep apnea sindrom.
  • Kontraindikasi pada glaukoma sudut sempit akut.
  • Hindari menggunakan obat ini untuk wanita hamil terutama pada  trimester pertama atau ibu menyusui.
  • Tidak boleh digunakan sebagai terapi tunggal pada depresi atau ansietas dengan depresi.
  • Untuk pengobatan jangka pendek pada gejala ansietas. Sebagai terapi tambahan untuk meringankan spasme otot rangka karena inflamasi atau trauma; nipertdnisitairotot (kelaTrian motorik serebral, paraplegia). 
  • Digunakan juga untuk meringankan gejala-gejala pada penghentian alkohol akut dan premidikasi anestesi.
  • Penderia hipersensitif
  • Bayi dibawah 6 bulan
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Depress pernapasan
  • Glaucoma sudut sempit
  • Gangguan pulmoner akut
  • Keadaan Phobia

CARA PENGGUNAAN

  • Ansietas   2-10 mg, 2-4 kali sehari
  • Terapi tambahan pada spasme otot rangka : 2 -10 mg. 3-4 kali sehari dalam dosis bagi
  • Penghentian alkohol akut 10 mg. 3-4 kali sehari selama 24 jam pertama, kemudian dikurangi menjadi 5 mg. 3 – 4 kali sehari
  • Premidikasi: dewasa: 10 mg: anak-anak diatas 2 tahun: 0,25 mg/kg
  • Usia lanjut dan pasien yang lemah : 2 – 2,5 mg, 1 – 2 kali sehari dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan.
  • Pada penderita dengan gangguan pulmoner kronik, penderita hati dan ginjal kronik dosis dikurangi
  • Anak-anak 0.12 – 0.8 mg/kg sehari dibagi dalam 3 atau 4 dosis.

  • Beberapa efek samping yang umum diantaranya mengantuk dan kesulitan koordinasi.
  • Efek samping serius jarang terjadi.
  • Beberapa diantaranya bunuh diri, penurunan pernapasan, dan kemungkinan meningkatnya resiko sindrom jika digunakan berlebihan.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan toleransi, ketergantungan, dan munculnya gejala kembali jika dosis dikurangi. Penghentian tiba-tiba setelah pemakaian lama juga berpotensial bahaya.
  • Setelah berhenti, masalah kognitif dapat muncul selama 6 bulan atau lebih
  • Tidak direkomendasikan untuk ibu hamil atau menyusui.
  • Mengantuk,ataksia. kelelahan Erupsi pada kulit. edema, mual dan konstipasi, gejala-gejala ekstra pirimidal. jaundice dan neutropenia. perubahan libido, sakit kepala, amnesia, hipotensi. gangguan visual dan retensi urin, incontinence.

PERINGATAN DAN PERHATIAN

  • Jangan mengemudikan kendaraan bermotor atau menjalankan mesin selama minum obat ini.
  • Ansietas atau ketegangan karena stress kehidupan sehari-hari biasanya tidak memerlukan pengobatan dengan ansiolitik.
  • Keefektifan dalam pengobatan jangka lama (lebih dari 4 bulan) belum diuji secara klinis sistematik.
  • Penggunaan jangka lama dapat menyebabkan ketergantungan pada obat.
  • Pada penderita lemah dan lanjut usia dianjurkan dengan dosis efektif terkecil.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan pulmoner kronik, penderita fungsi hati dan ginjal kronik.
  • Hentikan pengobatan jika terjadi reaksi-reaksi paradoksikal seperti keadaan hiper eksitasi akut. ansietas. halusinasi dan gangguan tidur.

INTERAKSI OBAT

  • Penggunaan bersama obat-obat depresan Susunan Syaraf Pusat atau alkohol dapat meningkatkan efek depresan. Cimetidin dan Omeprazol mengurangi bersihan benzo-diazepin. Rifampisin dapat meningkatkan bersihan benzodiazepin.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s