Vitamin A, Indikasi dan Efek Sampingnya

wp-1462984626943.jpgVitamin A, Indikasi dan Efek Sampingnya

Vitamin A merupakan salah satu jenis vitamin larut dalam lemak yang berperan penting dalam pembentukan sistem penglihatan yang baik. Terdapat beberapa senyawa yang digolongkan ke dalam kelompok vitamin A, antara lain retinol, retinil palmitat, dan retinil asetat. Akan tetapi, istilah vitamin A seringkali merujuk pada senyawa retinol dibandingkan dengan senyawa lain karena senyawa inilah yang paling banyak berperan aktif di dalam tubuh. Vitamin A banyak ditemukan pada wortel, minyak ikan, susu, keju, dan hati. Rumus kimia untuk Vitamin A adalah C20H30O.

Vitamin A memiliki 2 bentuk aktif yang dapat dicerna tubuh, yaitu retinil palmitat dan beta karoten. Retinil palmitat berasal dari makanan hewani, seperti daging sapi, hati ayam, ikan, susu, dan keju. Beta karoten sendiri berasal makanan nabati, seperti bayam, brokoli, dan wortel. Bila kekurangan vitamin ini maka tubuh dapat mengalami gangguan pernapasan kerabunan dan bahkan kebutaan, sedangkan kelebihan asupan vitamin A dapat menyebabkan mual, sakit kepala, nyeri sendi, iritasi, dan kerontokkan rambut.

wp-1515050611026..jpg

  • Peranan vitamin A dalam indra penglihatan. Vitamin A banyak berperan dalam pembentukan indra penglihatan bagi manusia. Vitamin ini akan membantu mengkonversi sinyal molekul dari sinar yang diterima oleh retina untuk menjadi suatu proyeksi gambar di otak kita. Senyawa yang berperan utama dalam hal ini adalah retinol. Bersama dengan rodopsin, senyawa retinol akan membentuk kompleks pigmen yang sensitif terhadap cahaya untuk mentransmisikan sinyal cahaya ke otak. Oleh karena itu, kekurangan vitamin A di dalam tubuh seringkali berakibat fatal pada organ penglihatan.
  • Vitamin A dan sistem imun. Vitamin A juga dapat melindungi tubuh dari infeksi organisme asing, seperti bakteri patogen. Mekanisme pertahanan ini termasuk ke dalam sistem imun eksternal, karena sistem imun ini berasal dari luar tubuh. Vitamin ini akan meningkatkan aktivitas kerja dari sel darah putih dan antibodi di dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih resisten terhadap senyawa toksin maupun terhadap serangan mikroorganisme parasit, seperti bakteri patogen dan virus.
  • Antioksidan. Beta karoten, salah satu bentuk vitamin A, merupakan senyawa dengan aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Senyawa radikal bebas ini banyak berasal dari reaksi oksidasi di dalam tubuh maupun dari polusi di lingkungan yang masuk ke dalam tubuh. Antioksidan di dalam tubuh dapat mencegah kerusakan pada materi genetik (DNA dan RNA) oleh radikal bebas sehingga laju mutasi dapat ditekan. Penurunan laju mutasi ini akan berujung pada penurunan risiko pembentukan sel kanker. Aktivitas antioksidan juga terkait erat dengan pencegahan proses penuaan, terutama pada sel kulit.

Vitamin A adalah salah satu vitamin yang berperan penting dalam perkembangan dan kinerja berbagai organ tubuh, seperti mata, kulit, pertumbuhan, dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini dapat ditemukan dalam berbagai bahan makanan, misalnya hati, susu, keju, yoghurt, telur, melon, mangga, bayam, wortel, serta minyak ikan laut.

Fungsi utama suplemen vitamin A adalah untuk mencegah dan mengobati defisiensi vitamin A. Penderita diabetes, hipertiroidisme dan penyakit hati merupakan contoh orang-orang yang biasanya menderita defisiensi vitamin A. Suplemen vitamin A tersedia dalam berbagai merek yang bisa dibeli secara bebas di apotek.

Untuk memenuhi kecukupan asupan vitamin A nasional, Pemerintah Indonesia menjalankan program pemberian kapsul vitamin A setiap tahun bagi anak usia 6 hingga 59 bulan yang diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Pemberian kapsul vitamin A diberikan setiap bulan Februari dan Agustus di Puskesmas dan Posyandu. Terdapat dua jenis kapsul, yaitu kapsul biru (dosis vitamin A 100.000 IU) untuk bayi berusia 6 hingga 11 bulan dan kapsul merah (dosis vitamin A 200.000 IU) untuk anak berusia 12 hingga 59 bulan serta ibu dalam masa nifas. Pemberian vitamin dosis tinggi ini dapat mengurangi risiko kematian akibat campak pada anak usia di bawah 2 tahun.

Merek Dagang: 

  • Berry Vision,
  • Elsazym For Children,
  • Liprolac,
  • Matovit,
  • Navitae, Opibright, QV, Sahne, Vitalipid N Adult/Vitalipid N Infant

Tentang Vitamin A

Golongan Vitamin
Kategori Obat bebas dan resep
Manfaat Mencegah dan mengobati defisiensi vitamin A
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Kapsul, tablet, obat cair

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau sedang menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin A, kecuali diresepkan oleh dokter. Vitamin A dosis tinggi berpotensi menyebabkan cacat lahir.
  • Konsumsi vitamin A yang berlebihan dapat meningkatkan risiko osteoporosis, khususnya pada wanita lansia.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis:

Usia Takaran  per hari dalam Satuan Internasional (IU)
0-6 bulan 1300
7-12 bulan 1700
1-3 tahun 1000
4-8 tahun 1300
9-13 tahun 2000
Pria >14 tahun 3000
Wanita >14 tahun 2300

Mengonsumsi Vitamin A dengan Benar

  • Gunakanlah suplemen vitamin A sesuai keterangan pada kemasan atau anjuran dokter. Hindari konsumsi lebih dari 1 jenis suplemen vitamin agar terhindar dari overdosis serta efek samping yang serius.
  • Apabila mengonsumsi suplemen ini dalam bentuk cair, sebaiknya menggunakan sendok atau gelas takar khusus yang disertakan dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena kemungkinan takarannya berbeda.
  • Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin A (termasuk minyak ikan), kecuali jika diresepkan oleh dokter. Vitamin A dosis tinggi berpotensi menyebabkan cacat lahir. Begitu pula jika terlalu banyak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A seperti hati.
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi suplemen vitamin A, disarankan segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis.

Interaksi Vitamin A dan Obat Lain

Terdapat sejumlah obat yang berpotensi menimbulkan reaksi tidak diinginkan jika dikonsumsi bersamaan dengan vitamin A. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Orlistat yang biasanya digunakan untuk membantu menurunkan berat badan.
  • Pil KB.
  • Obat pengencer darah, contohnya warfarin.
  • Bexarotene, retinoid yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
  • Cholestyramine, obat yang berfungsi meningkatkan pembuangan asam empedu.
  • Acitretin, retinoid yang digunakan dalam menangani psoriasis parah.
  • Tretinoin, obat untuk menangani jerawat.
  • Isotretinoin, retinoid yang digunakan untuk mengobati jerawat batu yang parah.

wp-1515050639538..jpg

Efek Samping dan Bahaya Vitamin A

Apabila dikonsumsi dengan takaran yang direkomendasikan, vitamin A tidak akan membahayakan. Namun, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, secara jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis (khususnya pada wanita lansia) dan menyebabkan beberapa efek samping lain berupa:

  • Diare.
  • Pandangan kabur.
  • Mengantuk dan kelelahan.
  • Lemas.
  • Uring-uringan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Rambut rontok.
  • Sakit perut.
  • Kulit dan bibir yang kering atau pecah-pecah.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil atau volume urine, terutama di malam hari.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s